Friday, August 29, 2008

Puisi : Merdeka

Merdeka
Laungan keramat yang didamba
Bukan sahaja yang punya bicara
Malah seinci umat jua

Merdeka
Sebuah perjuangan dari dahulukala
Dipusakai generasi seterusnya
Menjadi warisan berharga
Tidak ternilai dek bicara

Merdeka
Perit jerih tok nenek mendapatkannya
Menjulang keris dan senjata
Juga bijak atur bicara
Membebaskan bangsa agar merdeka

Kini kita menikmatinya
Dengan aman dan sejahtera
Juga rentetan peristiwa sejarahnya
Yang segar dalam lipatannya

Namun,
Benarlah kita bangsa yang alpa
Bicara manis sentiasa menjadi madahnya
Hasad dengki mainan jiwa

Bukankah ini suatu derita?
Juga sebuah petanda?
Yang aman akan berubah jua
Yang damai akan direntap sengsara
Yang tenang akan dirimbakan akhirnya

Anak bangsa yang merdeka
Pulangkanlah sirih ke gagangnya
Janganlah alpa, janganlah leka
Kelak pancang tertumbang jua.....

Tuesday, August 26, 2008

Falsafah : Persahabatan dan Pergaulan

" Tidak ada kesenangan hati yang melebihi kesenangan bersahabat, dan tidak ada kedukaan yang melebihi kedukaan putusnya persahabatan. " - Abu Hakim

Lirik : Aku Bukan Untukmu - Rossa

Dahulu kau mencintaiku
Dahulu kau menginginkanku
Meskipun tak pernah ada jawabku
Tak berniat kau tinggalkan aku

Sekarang kau pergi menjauh
Sekarang kau tinggalkan aku
Disaat ku mulai mengharapkanmu
Dan ku mohon maafkan aku

Aku menyesal telah membuatmu menangis
Dan biarkan memilih yang lain
Tapi jangan pernah kau dustai takdirmu
Pasti itu terbaik untukmu

Janganlah lagi kau mengingatku kembali
Aku bukanlah untukmu
Meski ku memohon dan meminta hatimu
Jangan pernah tinggalkan dirinya
Untuk diriku

Monday, August 25, 2008

Motivasi

My dear friends

Let us share what Datuk Dr. Fadilah Kamsah used to say

'Ada orang datang ke pejabat dengan perasaan penuh gembira & ceria, ada datang dengan perasaan 'biasa' dan ada datang dengan perasaan serba tak kena '.. Ingat lah, sesiapa yang datang hanya dengan perasaan 'biasa' saja, hasilnya adalah 'biasa' saja, sesiapa yang datang dengan ceria, hasilnya akan jadi lebih daripada biasa ataupun luar biasa. Bekerja la dengan ceria agar menghasilkan produktiviti yang luar biasa yang akan menggembirakan orang di sekeliling kita. Semoga hasil itu akan mendapat keberkatan insyallah... '

Jadi renungi lah :-

1. Ada antara kita datang ke pejabat hanya memenuhi tanggung jawab
'DATANG BEKERJA' tapi hampeh, hasilnya macam kita 'TAK DATANG' kerja

2. Ada kala kita rasa kita BUSY giler , rupanya kita hanya 'KELAM KABUT'.

3. Adakala kita rasa kita PERIHATIN' , tapi rupanya kita BUSY BODY

4. Adakala kita rasa kita OPENMINDED and OUTSPOKEN tapi rupanya kita KURANG PENG'AJAR'AN.

5. Adakala kita rasa kita berpemikiran KRITIS rupanya kita hanya lebih kepada KRITIK yang mencipta KRISIS .

6. Adakala kita rasa kita ingin menjadi LEBIH MESRA tapi rupanya kita di lihat lebih MENGADA2

7. Adakala kita suka bertanya 'KENAPA DIA NI MCM TAKDE KEJE' , adalah lebih baik kita tanya 'APA LAGI KEJE YANG AKU BOLEH BUAT'

Pejam mata dan renung lah diri, kalau kita perlu melakukan ANJAKAN PARADIGMA, maka lakukanlah.. .Segera, tapi manusia tetap manusia..sukar untuk berubah kerana kita selalu beranggapan kita lebih baik...adakah dengan merasakan itu kita sememangnya terbaik?

Maka untuk itu , mari kita mula senyum, ceria, mesra sesama kita dan tingkat kerjasama dalam kerja, tak rugi kita semai rasa 'kekeluargaan' dalam tugasan..kalau kita kurang kerja, cari la kerja membantu teman-teman yang lain.

Tak dapat gaji lebih pun tak apa sebab pahala dapat..kita draw kat akhirat nanti...tapi kalau kita asyik dengki mendengki..nasib la sebab dah ditentukan jalan yang sukar itu yang kita pilih..Renungi lah, berapa orang kawan kita dan berapa orang lawan kita, nescaya itu la kayu pengukur diri yang sebaiknya...

'mengkritik tidak bererti menentang,

menyetujui tidak semestinya menyokong,

menegur tidak bermakna membenci,

dan berbeza pendapat adalah kawan berfikir yang baik'

Hati : Sebuah Antologi

Bukan mudah untuk berbicara soal hati kepada insan lain yang kurang mengerti dan memahami. Jujukan perasaan ini seringkali memberikan aku sebuah tamparan yang cukup perit dalam mengharungi kehidupan yang belum menampakkan sirna ini.

Sebuah kasih yang terungkap hanya mengirimkan sebuah kepalsuan. Sebuah rindu yang tercipta hanya membawa luka yang tersembunyi. Hanya hati dan naluri yang bisa berbicara namun hakikatnya dunia seringkali memandang sepi kepada sebuah antologi seperti ini. Apakah salahku hinggakan aku seolah2 belum tercipta untuk hatiku berdiri sendiri? Apakah ini sebuah balasan atau perujian yang entah bila akan berhenti?

Aku di disini akan terus mencari. Walau hakikat ini sebuah kepalsuan. Walau hati terus mendambakan sebuah kebenaran. Walau diri ini sering digagali oleh ujian yang mendatang. Walau hanya seketika cuma, aku ingin meniti keredhaan Tuhan.....