Bercinta, dicinta, menyinta
Segalanya bagai tiada apa
Pengalaman mengajar segalanya
Lagenda memburu rasa
Bercinta itu ada
Dicinta itu biasa
Menyinta itu berbeza
Pedih pada bicara
Bagai gendang dipukul palu
Terasa debar menyentap kalbu
Namun lagenda terus memburu
Menyentap nikmat hati yang satu
Sementelahan bicara
Tinta jujur bertanya
Bercinta, dicinta menyinta
Mampukah menjadi nyata??
This entry was posted
on Tuesday, May 4, 2010
at 9:14 PM
and is filed under
Puisi
. You can follow any responses to this entry through the
comments feed
.
